STUXNET, SENJATA TERORISME ?

Saat ini, telah mucul sebuah virus canggih yang dirancang untuk menyerrang sistem industri. Program ini bernama STUXNET. Masih banyak orang-orang yang belumpernah mendengar STUXNET. Para pakar keamanan menyebutkan, stuxnet merupakan bentuk senjata cyber yang menjadi sarana terorisme dunia maya. Selain itu Stuxnet adalah satu-satunya serangan malware canggih yang didukung dengan biaya besar, tim penyerang dengan keahlian tinggi, dan pengetahuan teknologi SCADA yang baik. Sejauh ini belum ada yang punya cukup bukti untuk mengidentifikasi penyerang atau targetnya

Berikut beberapa hal mengenai stuxnet

Baca lebih lanjut

MUNCULNYA SEBUAH PULAU ES RAKSASA, ANCAMANKAH?

Dikutip dari Kompas.com

Kamis, 12 Agustus 2010 | 10:01 WIB

SHUTTERSTOCK

Kutub Utara
Luar biasa. Kembali muncul fenomena akibat dari global warming. Saat sedang melihat-lihat berita, iseng-iseng saya lihat mengenai global warming. Memang sudah agak lama (maaf, ga update –a), tapi karena menarik saya masukin saja ke blog. Semoga menjadi koreksi untuk semua manusia yang ada di muka bumi ini.

STOCKHOLM, KOMPAS.com — Sebuah pulau es seluas 260 km2, lima kali luas Jakarta Pusat, yang lepas dari gletser Petermann, Greenland, melintasi Lautan Arctic, Rabu (11/8/2010). Bisa dibayangkan, apabila seluruh es Greenland mencair, bisa menaikkan permukaan air dunia 6 meter. Jakarta Utara bisa tenggelam jika permukaan laut naik 2-3 meter.

Pulau es yang sedang “berenang” di Lautan Arctic itu segera memasuki tempat terpencil yang disebut Selat Nares, sekitar 620 km selatan Kutub Utara, yang memisahkan Greenland dan Pulau Ellsemere, Kanada. Dalam skenario terburuk, bongkahan es raksasa itu bisa saja mencapai perairan yang ramai dilalui kapal di mana bongkahan es Greenland serupa pada tahun 1912 menghancurkan Titanic.

Baca lebih lanjut

KOLEKSI SOAL UAN SMA

Matematika IPA (1999-2007) klik disini

Tatanegara (2000-2007) klik disini

Bahasa Inggris (2000-2007) klik disini

Sosiologi (2000-2007) klik disini

Bahasa Indonesia (1999-2007) klik disini

Matematika IPS (1996-2000) klik disini

Ekonomi (1997-2007) klik disini

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK (Ppt)

Belakangan ini saya baru saja dapat materi ( sedikit😦 ) dari dosen mengenai PPD (Perkembangan Peserta Didik). Lalu telah saya perbaiki (ditambah). Materi ini hanyalah gambaran umum mengenai PPD, soalnya hanya berupa format PPT. Untuk lebih mendalam lagi, sobat bisa mencari dibuku-buku yang dianjurkan dosen.

Download disini

SOAL-SOAL TES SNMPTN/SPMB

Beberapa waktu yang lalu, saya iseng-iseng nyari soal-soal buat SPMB atau sekarang namanya SNMPTN. Namanya ganti-ganti terus, jadi bingung. Nah, waktu saya berselancar, ketemu de sama blognya kang TARMIZI. Wuih, koleksi soalnya bejibun banget dah. Alhasil ni, saya pengen share soal-soal dari blognya kang Tarmizi, supaya bisa dimanfaatkan sama sobat semua. Jangan lupa sediain dulu program Pdf  ya.

klik disini

Selain itu, sempat juga saya ketemu sama blog candrapetra. Tak kalah hebat juga koleksinya coba sobat klik disini

Epistemologi

EPISTEMOLOGI

1.Latar Belakang

Masalah epistemologi bersangkutan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pengetahuan. Sebelum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kefilsafatan, perlu diperhatikan bagaimana dan sarana apakah kita dapat memperoleh pengetahuan. Jika kita mengetahui batas-batas pengetahuan, kita tidak akan mencoba untuk mengetahui hal-hal yang pada akhirnya tidak dapat diketahui. Sebenarnya kita baru dapat menganggap mempunyai suatu pengetahuan setelah kita meneliti pertanyaan-pertanyaan epistemologi. Kita mungkin terpaksa mengingkari kemungkinan untuk memperoleh pengetahuan, atau mungkin sampai kepada kesimpulan bahwa apa yang kita punyai hanya kemungkinan-kemungkinan dan bukannya kepastian, atau mungkin dapat menenatapkan batas-batas antara bidang-bidang yang memungkinkan adanya kepastian yang mutlak dengan bidang-bidang yang tidak memungkinkannya (Luis O. Kattsoff, 2004

Dalam pembahasan filsafat, epistemologi dikenal sebagai sub sistem dari filsafat. Sistem filsafat disamping meliputi epistemologi, juga ontologi dan aksiologi. Epistemologi adalah teori pengetahuan, yaitu membahas tentang bagaimana cara mendapatkan pengetahuan dari objek yang ingin dipikirkan. Ontologi adalah teori tentang “ada”, yaitu tentang apa yang dipikirkan, yang menjadi objek pemikiran. Sedangkan aksiologi adalah teori tentang nilai yang membahas tentang manfaat, kegunaan maupun fungsi dari objek yang dipikirkan itu. Oleh karena itu, ketiga sub sistem ini biasanya disebutkan secara berurutan, mulai dari ontologi, epistemologi, kemudian aksiologi. Dengan gambaran senderhana dapat dikatakan, ada sesuatu yang dipikirkan (ontologi), lalu dicari cara-cara memikirkannnya (epistemologi), kemudian timbul hasil pemikiran yang memberikan suatu manfaat atau kegunaan (aksiologi).

Demikian juga, setiap jenis pengetahuan selalui mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistemologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. Ketiga landasan ini saling berkaitan; ontologi ilmu terkait dengan epistemologi ilmu, epistemologi ilmu terkait dengan aksiologi ilmu dan seterusnya. Kalau kita ingin membicarakan epistemologi ilmu, maka hal ini harus dikatikan dengan ontologi dan aksiologi ilmu. Secara detail, tidak mungkin bahasan epistemologi terlepas sama sekali dari ontologi dan aksiologi. Apalagi bahasan yang didasarkan model berpikir sistemik, justru ketiganya harus senantiasa dikaitkan.

Keterkaitan antara ontologi, epistemologi, dan aksiologi—seperti juga lazimnya keterkaitan masing-masing sub sistem dalam suatu sistem–membuktikan betapa sulit untuk menyatakan yang satu lebih pentng dari yang lain, sebab ketiga-tiganya memiliki fungsi sendiri-sendiri yang berurutan dalam mekanisme pemikiran. Hal ini akan lebih jelas lagi, jika kita renungkan bahwa meskipun terdapat objek pemikiran, tetapi jika tidak didapatkan cara-cara berpikir, maka objek pemikiran itu akan “diam”, sehingga tidak diperoleh pengetahuan apapun. Begitu juga, seandainya objek pemikran sudah ada, cara-cara juga adam tetapi tidak diektahui manfaat apa yang bisa dihasilkan dari sesuatu yang dipikirkan itu, maka hanya akan sia-sia. Jadi, ketiganya adalah interrelasi dan interdependensi (saling berkaitan dan saling bergantung).

Namun demikian, ketika kita membicarakan epistemologi disini, berarti kita sedang menekankan bahasan tentang upaya, cara, atau langkah-langkah untuk mendapatkan pengetahuan. Dari sini setidaknya didapatkan perbedan yang cukup signifikan bahwa aktivitas berpikir dalam lingkup epistemologi adalah aktivitas yang paling mampu mengembangkan kreativitas keilmuan dibanding ontologi dan aksiologi. Oleh karena itu, kita perlu memahami seluk beluk diseputar epistemologi, mulai dari pengertian, ruang lingkup, objek, tujuan, landasan, metode, hakikat dan pengaruh epistemologi

Baca lebih lanjut

Prediksi UAN 2009 IPS SMASoal + Kunci Jawaban

Bahasa Indonesia klik disini

Sosiologi klik disini

Matematika klik disini

Bahasa Inggris klik disini

Geografi klik disini

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.